Realisasi Investasi Kabupaten Purwakarta Semester I 2025 Capai Rp6,52 Triliun

Realisasi investasi di Kabupaten Purwakarta pada Semester I Tahun 2025, yang tercatat dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) periode Januari–Juni 2025, mencapai total Rp6,52 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 19,03% dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 80,97%.

Pada Triwulan I (Januari–Maret 2025), realisasi investasi mencapai Rp4,07 triliun, dengan rincian PMA sebesar Rp0,39 triliun dan PMDN sebesar Rp3,68 triliun. Serapan tenaga kerja tercatat 2.488 orang, dengan jumlah LKPM yang dilaporkan sebanyak 1.129 laporan.

Memasuki Triwulan II (April–Juni 2025), realisasi investasi sebesar Rp2,45 triliun, terdiri dari PMA sebesar Rp0,85 triliun dan PMDN sebesar Rp1,60 triliun. Pada periode ini tenaga kerja yang terserap sebanyak 3.669 orang, dengan jumlah LKPM yang masuk sebanyak 2.090 laporan.

Secara kumulatif hingga akhir Semester I 2025, total PMA mencapai Rp1,24 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp5,28 triliun. Jumlah tenaga kerja yang terserap sepanjang Januari–Juni 2025 sebanyak 6.157 orang, dengan total LKPM yang terlaporkan mencapai 3.219 laporan.

Capaian tersebut menempatkan realisasi investasi Purwakarta di angka 58,23% dari target investasi pemerintah pusat sebesar Rp11,20 triliun, dan 77,09% dari target investasi Kabupaten Purwakarta sebesar Rp8,46 triliun.

Sektor penyumbang terbesar dalam realisasi investasi antara lain transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya; industri tekstil; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; serta industri barang dari kulit dan alas kaki.

DPMPTSP Kabupaten Purwakarta terus berperan aktif dalam memfasilitasi kelancaran proses investasi melalui kemudahan perizinan, pendampingan penyusunan LKPM, fasilitasi promosi investasi, serta koordinasi lintas sektor dengan perangkat daerah dan pelaku usaha. Ke depan, fokus diarahkan pada percepatan realisasi proyek-proyek potensial, penguatan sektor unggulan daerah, serta peningkatan promosi investasi agar target tahunan dapat tercapai bahkan terlampaui.


Berita Lainnya